Jaar 1998goede middag belanda,
aku datang dengan senyuman yang mengembang untuk merajut masa depan
belajar serta menghapal rumus-rumus matematika kehidupan
mencatatkan puluhan kisah dan ceritera di halaman buku-buku ku yang lusuh
tentang kincir angin, bunga-bunga tulip dan musim dingin yang tak pernah bosan
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2001goede avond belanda,
pembelajaranku telah berubah menjadi suatu pertapaan
tanahmu seperti memerangkapku dalam perenungan yang mencekam
hari-hari sepi yang ditemani oleh rasa takut, cemas, dan gelisah
seolah tanpa batas dan akhir
oleh karena itu
biarkan aku bertapa meramu ilmu-ilmu ku
yang aku serap disetiap lirikan ketidakmengertian orang-orang
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2003Goede nacht belanda,
marilah kita pasang mimpi-mimpi
lalu esok pagi kita tunggu apa jawabannya
welterusten sajalah !
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2005
goede morgen belanda,
pencarianku ternyata enggan menungguku untuk menjadi tua dan lelah
sebuah jawaban dari puluhan tahun pertanyaan yang menganga datang tak terduga
dia berkata:
“aku disuruh Tuhan menemanimu, aku lah sang penggenap”
“aku lah sebuah alasan dari sejuta perjalanan dan suatu rumus kehidupan yang kau cari-cari”
aku lah sang nama,
aku adalah Ara !
Maastricht, Juni-Juli 2005
: Sajak ini aku persembahkan buat Ara - calon istriku